Anak VS Sosmed

Smart phone, saat ini siapa yang tidak memiliki atau menggunakan smart phone. Semua orang didunia ini telah menggunakan smart phone. Smart phone mempermudah semua orang. Dengan smart phone kita dapat mencari apa saja. Mulai dari tutorial masakan, tutorial make up, google maps, bahkan buku sekarang bisa di downloud dari smart phone.

Dengan smart phone seseorang bisa menjual barang dagangan (online shop). Dengan smart phone pula seseorang dapat berkomunikasi dengan keluarga jauh yang berada diluar negri dengan mudah dan tidk perlu menunggu waktu yang lama.

Banyak aplikasi yang disajikan. Mulai dari aplikasi pencari berita hingga games. Tentu anak sangat senang ketika mendapati smart phone yang terdapat aplikasi game. Terlebih orangtua lebih nyaman anak bermain game online ketimbang bermain diluar rumah.

Bukan hal tabu lagi melihat anak yang masih duduk dibangku SD sudah membawa smart phone. Mereka menggunakan smart phone untuk mengerjakan tugas sekolah, bermain game dan aktif dalam dunia sosmed. Sebenarnya anak boleh aktif dalam dunia sosmed ketika sudah memasuki usia 13 tahun. Namun, sekarang anak yang baru berusia 7-12 tahun sudah mengenal dan aktif dalam dunia sosmed.

Memang tidak ada salahnya. Tapi, kembali lagi diusia yang masih cukup bekia anak belum dapat memproses informasi secara baik. Didalam sosmed entah facebook atau instagram kebanyakan yang menggunakan orang dewasa. Terkadang orang dewasa memposting hal yang kurang baik jika ditonton oleh anak-anak.

Orangtua kunci utama pengawasan anak. Orangtua harus lebih memperhatikan lagi ketika anak sedang bermain sosmed. Mengontrol konten-konten hang berada disosmed anak.

Komentar